Iman Firmansyah

Merawat Sukabumi : Potret Trotoar.




Trotoar adalah jalur yang pejalan kaki yang umumnya sejajar atau lebih tinggi dari jalan, Trotoar untuk menjamin pejalan kaki agar terhindar dari kecelekaan yang disebabkan oleh kendaraan , namun apakah trotoar saat ini adalah tempat yang aman, nyaman dan ramah bagi pejalan kaki atau pedestrian dan bagaimana ketika penyandang disabilitas untuk menggunakan trotoar? trotoar di berbagai kota di Indonesia memang masih menjadi masalah karena dinilai belum ramah untuk pejalan kaki dan belum sampai ke peruntukan yang di atur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, tapi sampai saat ini  masih banyak masalah seperti parkir liar, PKL, belum adanya tiang-tiang ataupun Kotak ODC bahkan ada yang sampai hilang karena pembangunan rumah di sukabumi tidak jauh seperti itu. 

Mari Merawat Sukabumi  
*Tulisan ini untuk menyadarkan kita semua akan apa yang kita harus perhatikan di Sukabumi





Seorang Pejalan Kaki sedang berjalan di trotoar di jalan RE. Martadinata Kota Sukabumi  (05/08/2017). di Sukabumi masih belum tersedia trotoar yang ramah untuk penyandang  disabilitas 


Suasana Jl. R.A kosasih  dan jalan Kapt Harun Kabir dipenuhi  pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar  untuk berjualan hingga pejalan kaki/pedestrian  harus berjalan di pinggir jalan 


Trotoar di jalan Ahmad Yani di gunakan oleh oknum parkir liar kendaraan roda dua  hal ini tidak hanya di jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi namun di beberapa ruas jalan sama seperti  hal tersebut bahkan di gunakan parkir cafe di  pinggir jalan 

Pejalan Kaki atau pedestrian melewati trotoar di Jalan Ir,H Djuanda Kota Sukabumi (03/08/2017) di Sepanjang Trotoar  Ir.H Djuanda di penuhi pedagang kaki lima (PKL) Sehingga luas trotoar semakin kecil karena adanya banyak pedagang Kaki Lima

Suasana Trotoar di Jalan Ir.H Djuanda Kota Sukabumi di sepanjang jalan trotoar di penuhi pedagang kaki lima (PKL) sehingga tidak sedikit pejalan kaki. pedestrian harus berajaln di samping jalan 



Tiang  rambu peringatan lalu lintas dan ODC menggunakan trotoar 

Bangunan Sementara untuk  Pengaturan  Lalu lintas dan pengamanan di Eks Terminal Sudirman Kota Sukabumi  berdiri di atas trotoar jalan Sudirman Kota sukabumi 

Pejalan Kaki beerjalan di pinggir jalan akibat adanya pedagang yang menggunakan trotoar untuk berdagang 

Trotoar di depan Balaikota Sukabimi, adalah trotoar yang dinilai masih raman untuk pejalan kaki/pedestrian namun tetap belum ramah untuk penyandang disabilitas

Seorang Pengendara motor memarkirkan kendaraan roda dua di atas trotoar jalan R.Syamsudin SH Kota Sukabumi

Vertical Garden yang berdiri diatas trotoar di jalan Siliwangi Kota Sukabumi membuat trotoar ini tidak dapat di lalui oleh pejalan kaki/ pedestrian

Selain oleh pedagang kaki lima (PKL) dan tiang rambu- rambu lalu lintas  trotoar di jalan R.A Kosasih Kota Sukabmi  di gunakan untuk Penampungan Sampah Sementara 

Kondisi Trotoar hilang di karenakan pembangunan, dalam aturan  Garis Sempadan Bangunan ( GSB).  GSB menurut Pasal 13 UU Nomor 28 Tahun 2002 adalah sebuah garis yang membatasi jarak bebas minimum dari sisi terluar sebuah massa bangunan terhadap batas lahan yang dikuasa 

Tidak siang atau malam banyak pedagang yang berjualan di trotoar bahkan mereka sudah puluhan tahun berjualan di trotoar Seperti pedgang di Jalan Gudang yang hanya buka ketika malam mereka sudah berjualan puluhan tahun dan turun temurun.





www.imanfirmansyah.com
images.imanfirmansyah.com



©2017 {iman Firmansyah }, imanfirmansyah.com - all rights reserved



Tidak ada komentar

Posting Komentar